Banyumas – Respons cepat dan sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan penanganan kebakaran hutan pinus milik Perum Perhutani di Desa Kaliputih, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas, Jumat (9/10/2026) malam. Babinsa bersama anggota Polsek, petugas Perhutani, pemerintah desa, BPBD, relawan, dan masyarakat bergerak bersama untuk memadamkan api agar tidak meluas ke kawasan hutan lainnya.
Kebakaran diketahui sekitar pukul
19.30 WIB di kawasan hutan pinus Petak 13H, wilayah RPH Jatilawang, BKPH
Jatilawang, KPH Banyumas Timur. Informasi awal mengenai kejadian tersebut
diketahui oleh warga yang kemudian segera melaporkannya kepada pemerintah desa
dan aparat kewilayahan.
Mendapatkan laporan tersebut,
Sertu Sugeng Mahfud selaku Babinsa Desa Kaliputih bersama anggota Koramil
18/Purwojati dan unsur terkait segera menuju lokasi kejadian. Setibanya di
tempat, mereka langsung berkoordinasi dan melakukan upaya pemadaman dengan peralatan
seadanya.
Di tengah kondisi malam hari,
seluruh unsur yang terlibat bahu-membahu mengendalikan kobaran api. Kerja sama
antara aparat dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat proses
penanganan, sekaligus mengantisipasi agar api tidak merambat ke area hutan yang
lebih luas.
Kapolsek Purwojati Iptu Tarto,
S.H., Babinsa, Kepala Desa Kaliputih Darmono, Bhabinkamtibmas Bripka Hartono,
petugas Perhutani, serta perangkat desa, BPBD, relawan, dan masyarakat turut
terlibat dalam upaya pemadaman tersebut.
Berkat kerja sama seluruh unsur
di lapangan, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.45 WIB. Dengan
demikian, penanganan kebakaran berlangsung selama kurang lebih satu jam 15
menit sejak api diketahui.
"Kawasan hutan pinus yang
terbakar diperkirakan seluas 0,25 hektare dari total luas kawasan sekitar 10
hektare. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak
terkait," jelas Babinsa Sertu Mahfud.
Kejadian ini kembali menegaskan
pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Informasi
yang cepat dari masyarakat, diikuti respons sigap aparat serta koordinasi yang
baik antarpihak, sangat diperlukan untuk mencegah api meluas dan meminimalkan
dampak yang ditimbulkan.
Babinsa bersama unsur terkait
juga terus mendorong kepedulian masyarakat terhadap keamanan lingkungan,
termasuk segera melaporkan apabila menemukan titik api atau tanda-tanda
kebakaran di kawasan hutan.
Melalui sinergi TNI, Polri,
Perhutani, pemerintah desa, BPBD, relawan, dan masyarakat, diharapkan upaya
menjaga kelestarian hutan serta mencegah kebakaran dapat terus ditingkatkan
demi keamanan lingkungan dan kepentingan bersama. (Pendim 0701/Bms)

0 Komentar